Belajar dari Harry Potter (1)

Harry Potter <3

Hikmah dari baca Harry Potter :p

Bagaimana mungkin seorang penyihir remaja belasan tahun mengalahkan penyihir terhebat sepanjang masa?

Dengan keberanian, semangat yang gigih, strategi yang terencana (tidak selalu berjalan seperti yang diharapkan, tapi selalu ada), dan kerja sama yang baik.

Kali ini saya mau membahas yang terakhir dulu. Tim Harry Potter yang mengalahkan penjahat Voldemort bukanlah terdiri dari penyihir-penyihir terhebat, tapi adalah teman-teman Harry yang masing-masing punya kelemahan dan ciri khas. Ada Luna Lovegood yang eksentrik, Ron yang tidak percaya diri, Hagrid yang sembrono, dan lain-lain. Dengan segala kelemahan itu, mereka dipersatukan Harry dalam suatu pasukan yang bisa mengalahkan penyihir-penyihir hebat dan berpengalaman.

Pelajarannya: pemimpin yang baik dapat mengelola manusia dengan baik untuk mencapai visi yang diinginkan. Punya pasukan paling pintar dan hebat sedunia tidak akan ada manfaatnya kalau tidak bisa didayagunakan dengan baik. Sebaliknya, pasukan yang biasa-biasa saja bisa jadi hebat kalau dikelola dengan lihai.

Oya, coba perhatikan, pasukan Voldemort rata-rata punya sifat berlidah tajam (contoh: Draco Malfoy, Narcissa, dll) sementara para pahlawan utama di cerita Harry Potter –Dumbledore dan Snape- jarang berkata-kata. Pelajarannya: tidak usah takut dengan orang yang banyak omong, walaupun ‘tongkrongan’-nya seram. Rata-rata mereka seperti kata pepatah, “tong kosong nyaring bunyinya!”

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: