Kisah di Suatu Kebun

Pada suatu hari, seorang tukang kebun datang merapikan kebunnya.

Ia memindahkan pohon anggur ke tempat yang paling kering dan paling jauh dari sumber air.

Ini keluh kesah pohon anggur: “Sungguh kejam Pak Kebun. Kenapa menjauhkanku dari air? Hidupku jadi merana…”

Tapi tukang kebun lebih tahu. Ia tahu bahwa anggur yang paling manis hanya tumbuh dari pohon yang jauh dari mata air, karena dengan begitu akarnya menjadi kuat.

Pohon mawar sedang berbunga. Dengan bangga ia memamerkan bunganya yang setengah mekar pada Pak Kebun. KRESS! Pak Kebun memotong bunga itu dengan gunting.

Menangislah pohon mawar, “Pak Kebun jahat! Kenapa bungaku dipotong?”

Ia tidak tahu bahwa Pak Kebun memotong bunganya agar ia menghasilkan lebih banyak lagi mawar yang indah. Jika bunganya dibiarkan mekar sepenuhnya, ia tidak akan berbunga lagi di kemudian hari.

Di sudut kebun ada sehelai rumput liar tumbuh di antara bentangan rumput Jepang. Pak Kebun mencabutnya.

“Satu rumput saja ngapain diurusin sih. Nggak penting…” Bisik gerombolan rumput Jepang.

Mereka tidak tahu bahwa untuk menjaga kebun yang indah, sejumput lahan pun tidak boleh disisakan untuk rumput liar. Karena jika dibiarkan, suatu saat rumput liar yang akan menguasai kebun.

Tuhan Yang Maha Tahu dan Maha Pemelihara jauh lebih mengetahui tentang kebaikan rencana-Nya dibanding kita.

Hati dan pikiran yang bersih tidak boleh menyisakan sedikit tempat pun untuk pikiran negatif. Sama seperti tukang kebun berdisiplin dalam merapikan kebun, kita pun memerlukan disiplin untuk merapikan pikiran kita.

Tags: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: