Belajar dari Sang Elang

Alkisah, ada seorang raja yang memiliki peliharaan seekor elang. Elang ini sangat ia sayangi dan selalu menemaninya dalam setiap perjalanan.

Suatu hari, setelah memenangkan sebuah perang yang melelahkan, sang raja dan pasukannya harus melalui sebuah padang pasir yang gersang. Mereka sangat letih dan kehausan, namun persediaan air mereka telah habis.

Oleh karena itu, alangkah gembiranya sang raja ketika ia melihat sebuah genangan air kecil di antara bebatuan. Ia segera memerintahkan salah satu prajuritnya untuk menyusuri sumber mata air dari kolam itu agar pasukannya dapat minum. Sang raja sendiri langsung mengambil sebuah mangkok dan meraup air dari kolam tersebut.

Ketika mangkok yang penuh berisi air hampir menyentuh bibir sang raja, tiba-tiba elang sang raja -yang selama ini terbang melayang di atas rombongan- menukik tajam ke dekat wajahnya hingga mangkoknya tumpah. Raja amat terkejut dan heran. Elangnya yang biasanya patuh tiba-tiba seakan-akan ingin menyerangnya. Namun ia amat haus sehingga ia mengesampingkan keheranannya, memungut mangkoknya dan meraup air lagi dari kolam.

Tetapi baru saja ia akan minum, si elang datang lagi menyambar tangan sang raja hingga mangkoknya terbanting dan pecah. Sang raja amat marah. Ia langsung menghunus pedangnya dan menebas leher sang elang.

Baru saja si elang terkapar mati, datanglah prajurit yang tadi ia utus dengan tergopoh-gopoh. Si prajurit melaporkan bahwa di hulu mata air kolam terdapat bangkai seekor ular yang amat berbisa. Bisa ular tersebut menetes-netes masuk ke dalam mata air dan meracuni mata air itu.

Sadarlah sang raja akan kesalahan yang ia lakukan. Elangnya yang kini mati telah menyelamatkan nyawanya. Ia terbang jauh di atas rombongan sehingga dapat melihat bahaya sebelum orang lain menyadarinya.

Jawaban dari suatu persoalan tergantung dari sudut mana kita memandang persoalan tersebut. Pertanyaannya sekarang, sudahkah kita melihat persoalan dari sudut pandang yang proporsional? Kacamata mana yang kita gunakan: kacamata raja atau kacamata elang?

 

Tags: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: